Sunday, March 12, 2017

Yang Masih Sulit Sholat Khusyu' Bacalah Kisah Berikut

Yang Masih Sulit Sholat Khusyu' Bacalah Kisah Berikut

Baca Juga

banyak yang sudah mengetahui bahwa amalan yang paling pertama dihisab di akhirat kelak adalah shalat khusyu', namun amat disayangkan sikap kita ketika shalat sama sekali tak memperlihatkan keinginan untuk khusyu'. Bahkan ada kalanya kita mencuri waktu shalat dengan melakukan setiap gerakan tergesa-gesa. Astaghfirullah.

Seorang sahabat besar bernama Hudzaifah ibnu Yaman telah menggambarkan betapa beratnya melaksanakan shalat khusyu': “Yang pertama kali akan hilang dari agama engkau adalah khusyu', dan hal yang terakhir yang akan hilang dari agama engkau itu adalah sholat. (sungguh) Betapa banyak orang yang sholat tetapi tiada kebaikan padanya. Hampir saja engkau memasuki masjid, sementara tidak ditemukan di antara mereka orang yang khusyu'." (Ibnu Qayyim Al-Jauziyah)

Agar kembali memunculkan kekhusyu'an dalam hati, mari kita baca kisah-kisah berikut ini:

Dikisahkan oleh Syaikh Muhammad bin Sholih Al ‘Utsaimin dalam bukunya Syarh Riyadhus Sholihin, Urwah bin Zubair adalah seorang fuqoha tabi’in yang khusyu dalam shalatnya, ia adalah putra Zubair bin Awwam dan Asma Binti Abu Bakar. 

Suatu masa, Urwah bin Zubair terkena penyakit akilah pada sebagian anggota tubuhnya, di mana bahaya penyakit tersebut adalah dapat menggerogoti seluruh tubuh.

Tatkala tabib telah datang dengan membawa pisau untuk menyayat daging dan memotong tulangnya, tabib berkata kepada Urwah: “Sebaiknya kami memberikan minuman yang memabukkan agar Anda tidak merasakan sakitnya diamputasi.” 

Akan tetapi Urwah menolak, “Tidak perlu, aku tidak akan menggunakan yang haram demi mendapat afiat (kesehatan). 

Lalu Urwah mengatakan pada tabib untuk menunda amputasi tersebut sampai dia melakukan shalat. Dikisahkan, ketika Urwah melaksanakan shalat secara khusyu’ itu, barulah kakinya diamputasi. Dan dia tidak begitu merasakan sakit kala itu karena hatinya sedang sibuk berkomunikasi dan bermunajat pada Allah. Hati jika sudah tersibukkan dengan sesuatu, maka tidak akan merasakan sesuatu yang lain yang terkena badan.

Kisah lainnya ditulis oleh Imam Dzahabi dalam kitabnya yang berisi kumpulan berbagai kisah, Siyar A’lam Nubala’, salah satunya ia menuliskan sebuah kisah yang mengagumkan tentang shalat khusyu’. 

Saat itu, sekelompok orang melakukan safar. Ketika malam, sampailah mereka pada sebuah hutan belantara. Maka mereka istirahat di sana. Tiba-tiba mereka dikejutkan dengan datangnya seekor singa. Semua orang panik dan takut. Mereka pun berusaha menyelamatkan diri dengan memanjat pohon.

Tetapi, di antara riuhnya kepanikan itu ada satu orang yang tetap tenang. Ia sedang shalat khusyu’ dan tetap melanjutkan shalatnya. Satu rombongan melihat detik demi detik berikutnya dengan sangat menegangkan. Benar dugaan mereka, sang singa mendatangi teman mereka yang tengah melakukan shalat itu. Matanya menyorot tajam. Satu langkah, dua langkah. Aneh. Binatang buas itu tidak langsung menerkamnya. Dia justru berjalan berkeliling, kemudian meninggalkannya begitu saja.

Orang-orang bernafas lega. Setelah memastikan singa itu pergi dan tidak ada tanda-tanda kembali, mereka pun turun dari pohon. “Engkau gila!” kata mereka kepada temannya seusai ia shalat. “mengapa engkau tidak ikut menyelamatkan diri bersama kami? Hampir-hampir saja singa itu menerkam dan memakanmu”

“Seperti yang kalian lihat,” jawabnya tenang, “aku tadi sedang shalat. Demi Allah, aku merasa malu jika aku berdiri menghadap Allah sementara hatiku justru takut pada selain-Nya.”

Terlepas dari shahih atau tidaknya kisah-kisah tersebut, kita bisa mengambil hikmah bahwa yang disebut khusyu' adalah menghadapkan hati ke hadirat Allah subhanahu wata'ala hingga kita melupakan hal lain selainNya. Semoga kita diberi kesempatan untuk merasakan khusyu' dalam shalat ya Sob

Related Posts

Yang Masih Sulit Sholat Khusyu' Bacalah Kisah Berikut
4/ 5
Oleh